Rabu, 28 Januari 2015

satu tempat

ada satu tempat
yang setiap bulir tanahnya menyerukan perjuangan
ada satu tempat yang setiap tetes airnya membisiikan do'a
ada satu tempat yang seluruh gerakan di dalamnya menjadi bayang setiap daun yang pernah tumbuh di dalamnya
pohon yang kemudian berbuah
menggugurkan daunnya untuk tetap bertahan di gersangnya bumi
pohon yang tak seluruhnya menjulang tinggi
terkadang satu dua diantaranya layu sebelum berkembang
terkadang pula tanahnya terlampau gersang untuk dapat berbuah
tapi tempat itu selalu seperti itu
sealu bersenandung tentang roda kehidupan yang tak akan pernah terthenti sebelum titah Tuhan
Di tempat itu
aku belajar tersenyum dalam lara
aku mengeja tngis dalam haru
aku menoreh tinta cerita tak terlupakan
di tempat itu
ku belajar menapakkan kaki di atas tubuhku sendiri
ku belajar merangkak di depan bayang-bayang ku
tak banyak yang melihat bayang-bayang itu
tapiaku dapat bercermin padanya di saat sendiri

23 agustus 2014

nak III



Nak..
Jangan biarkan rumahmu tanpa jendela, biarkan udara segar masuk dan menyejukkannya. Bila Nampak kotor dan kurang tertata rapi, rapikan selagi kau ada waktu dan masih ingin kau rapikan.
Sejenak kau mungkin akan disapa angin berdebu, bila seperti itu segeralah tutup jendelamu atau bila terlanjur debu itu masuk, biarkan saja. Anggap saja debu itu peringatan agar kau lebih rajin memperhatikan lngkungan sekitarmu,
Nak, di rumahmu kau berhak seutuhnya menentukan siapa tamu yang kau perkenankan masuk dan kau persilahkan hanya berserambi saja. Banyak yang akan lewat di depan rumahmu dengan semua warna yang mereka miliki, akan tetapi harus kau ingat bahwa rumahmu adalah milikmu sepenuhnya jadi tidak semua orang kau biarkan masuk ke ruang inti, mungkin si A hanya di halaman, si B hanya di serambi, si C hanya di ruang keluarga dan ada orang yang perkenankan masuk ke dapurmu atau ruang tidurmu. Pandai-pandailah melihat tetanggamu, rumah disamping depan dan belakangmu, sapa mereka sekala waktu, hibur mereka siapa tau ada atap mereka yang bocor atau halaman mereka ditumbuhi rumput ilalang, jangan kau kokohkan dirimu semata karena untuk kokoh dan tetap anggun kau buth tetanggamu.
Nak.
Jika esok lusa badai datang, gunakana segala kemampuanmu untuk bertahan, berpeganglah terus pada pondasi-pondasi yang selama ini kau gunakan berdiri anggun disana…
Nak, ada waktunya nanti kau akan ditinggal sendiri berdiri datanah lapang itu, pada waktu sendiri yakinlah selalu ada tangan yang mengatur langkahmu, sekecil apapun itu selemah apapun kamu berdiri. Yakinlah  tangan itu tak akan pernah lelah sedikitapun mengawasi setiap bagian darimu pun tak pernah tertidur barang sebentar untuk sekedar luput menjagamu, Dia selalu terjaga, selalu mendengar setiap suara dari dalam dirimu.selalu itu, entah suara itu berbentuk gema atau hanya bisikkan kecil.
Kuatlah selalu nak J

10 oktober 2014
Gajahwong































tidak ada eufori



"tidak ada eufori"

tidak ada euforia mudik dengan segala hiruk pikuknya tahun ini
tapi apa lantas ada yang kurang ?
bisa jadi, tapi biar saja
tidak ada lebaran di kampung halaman tahun ini..
tapi apa lantas tidak berbahagia?
tentu saja sedih tapi tak mengapa
tidak ada euforia baju baru dan makanan khas tahun ini
tapi apa lants tidak bersyukur?
tentu saja tidak..
sedikit nyesek tapi aku tak apa2
bukannya sodara kita di negeri yang kini sedang di rundung nestapa
bersedih saban hari hingga tak ada lagi sisa air mata
ia mereka yang sedang di Gaza
sungguh, tidah ada euforia mudik karena orang terkasih telah sungguh berpulang
sungguh tidak ada euforia pakaian baru karena simbahan darah menjadi saksi untuk jannah
sungguh tidak ada euforia makanan khas karena kehilangan menghapus lapar dan dahaga
sungguh, tidak ada euforia pesta kembang api di malam takbiran karena yang meletup bukan hanya kembang api,
tapi, api yang siap meluluh lantahkan negeri
sungguh tidak ada bunyi bedug bertalu2
mengiring meriah lantunan takbir
tapi, takbir yang tak terputus sepanjang rudal yang bertalu...
sungguh..
lebaran ini untuk mereka
sodara2 kita di tanah Gaza

27 ramadhan 1435H/25 juli 2014

sajak malam



Tak lagi ada beda putih dan hitam
Karena pada jam satu malam
Kita memaksa menilik dalam hutan nan kelam
Sapen, 7 Me1 2014

layang-layangku



Layang-layangku
Layang-layangku
ku ulurdemi sedikit
Layang-layangku
Mulai terbang meninngalkan dataran
Layang-layangku
Tinggi dan melayang
Layang-layangku
Setelah terbang kemudian hilang
Layang-layangku
Lenyap ditelan asap knalpot
Layang-layangku
Abu-abu dan hitam bak noda tak bertuan
Layang-layangku
Setelah ternoda singgah di atas gedung menjulang
Layang-layangku
Ku tarik berlahan agar tak putus
Layang-layangku
Ku berhasil namun Layang-layangku nyangkut di tiang listrik
Tiang listrik menjulang di pinngir jalan
Layang-layangku
Putus disengat volta
Aku pulang tanpa Layang-layangku
 6 april 2014
Gajah, Yogyakarta

bila hari ini



Bila hari ini

Bila hari ini senja ku berharap ku temukan senja itu bersamamu
Disampingmu dan memandang jingga bersama
Bila malam ini gulita
Ku berharap ada setangkup cahaya dalam genggaman kasihmu
Disismu cahaya itu ku temukan
Bila hari ini terik
Aku ingin kau sejukkan aku
Bersama mereguk embun nirwana
Bila hari ini hujan, aku akan berjalan bersamamu
Tak peduli badai datang
Tak peduli jutaan bulir bening itu menghujam
Bila hari ini rembulan
Dan kau tak bersamaku, aku tau kita memandang rembulan yang sama
Dan rembulan lukiskan wajahmu di mataku
Juga wajahku di matamu
Bila hari ini….
jogja, 29 jan '15