Selasa, 26 Juni 2018

Juni dan Hujan

Banyak air jatuh sore ini, tanah di jalanan depan kosan basah.
Deker-deker gang sempit Jakarta lengang.
Orang-orang memilih untuk meringkuk saja di kontrakan satu kamar bersama secangkir teh hangat dan potongan gorengan keliling.

Aku? Aku masih saja berkutat di depan leptop di kamar 3*3 dengan energi2 sisa melihat diriku tertinggal jauh dari teman2 sekelas yang sudah sidang. Ah aku. Kemana saja?

Di luar hujan, pipi dan hatiku juga.

Minggu, 10 Juni 2018

Pulang

Mari pulang, sejenak kembali ke hangatnya pelukan Mamak untuk kemudian kembali disandera kenyataan.

Mari pulang, sejenak membayar lapis-lapis rindu yang dibeli di hari sibuk untuk kembali menabungnya pada purnama esok hari.

Mari pulang, untuk kembali menyusuri jalan sunyi yang kita lalui ketika pergi jauh tempo hari. Untuk menyadari telah jauh kita pergi dan akan kembali.

Mari pulang, untuk kembali dekat dengan bulir-bulir pasir pantai dan senja indah di ujung jalan. Tempat kita berjanji untuk memberi arti di kemudin hari.

Mari pulang, untuk setangkup gundah yang kita rangkai pada bayang-bayang imajiner yang menggantung di langit malam.

Mari pulang, karena setidaknya. Ada yang harus diistirahatkan dari perjalanan ini.

Kayangan, 10 juni 2017
Dilangit dengan bulan sabit