Sabtu, 11 Maret 2017

Hahahihi

Alangkah lucu hidup ini
Dihadirkan ditengah manusia-manusia lucu
Dilakoni dengan kelucuan berrantai
Dibicarakan dengan gelak tawa berderu
Dinyinyir-kan oleh orang-orang konyol

Ha..ha..haa
Betapa lucu hari-hari kita
Bertumpu pada setumpuk kekonyolan semu
Beceritra tentang indah negeri dongeng
Tempat kita menertawakan dosa
Geli akan nista

Hi..hi..hi
Beginilah sajak lucu dari manusia lucu
Yang nyengir disela-sela komedi putar
Belajar guyonanan di ujung ruangan
Dan terbahak-bahak sendirian
Dan esok akan berteriak dengan penuh lelucon yang dimilikinya

Ha..ha..ha..
Sepertinya lelucon ini tak akan ada habisnya
Selalu mencari hulu dari hilir yang berbeda
Mengumpulkan reruntuhan gedung jenaka
Mencoba menggelitik hari-hari agar mereka tertawa bersama

Ha..ha..hi..hi..
Hai anak muda!
Tertawalah kau sebelum kau ditertawakan dunia
Karena dunia sedang candu tawa
Tak tertawa berarti mati
Akan dikenang di batu nisan
Menjadi cerita pada anak cucu
Bahwa kau pernah tertawa

Hi..hi...hihi
Tertawalah kau anak muda
Sampai habis suaramu
Hingga kaku perutmu
Dan suaramu tercekat karena tawa tak henti
Sampai suatu ketika kau dijemput ajal dengan tawa
Tak usah peduli tawa nyinyir manusia konyol
Mereka hanya akan menertaeakan ketawamu.
Karenanya, tertawalah..

Hahahaah....

Depok, maret 2017

Suara ibukota

Andai waktu dapat kumiliki
Akan ku ajak dia bersenda gurau, tanpa harus dikejar dan ditatar
Renta sudah ragaku
Berselimut kepalsuan dunia
Manusia berganti
Yang dicaripun semakin menggila
Manusia di atasku tak lagi waras
Nyawa tak lagi berharga
Demi hidup, mereka berlari, rakus, membunuh
Semua demi hidup.

Tak semalampun aku berhasil tertidur
Terjaga aku dalam mimpi buruk yang nyata
Tentang janji yang dikejar manusia
Lihat, bangunan tinggi semakin menjadikanku kecil
Seolah yang abadi hanyalah harta

Belum pula embun jatuh ke pangkuanku
Manusia sibuk berisik
Saling sikut saling maki
Saling sorak tentang kebenaran
Padahal berkubang mereka dalam kebohongan
Kebohongan bertahtakan keangkuhan dan ingin tak bertepi

Jangan kau tanya tentang senja
Padaku, senja tak pernah datang menyambangi
Senja hanya menjadi kawan lama
Terhijab kepulan ego manusia
Padahal abad sebelumnya, teh hangat selalu jadi cerita kami
Semuanya hanya tinggal cerita

Lihatlah aku sekarang
Bertutur sendiri tentang nestapa
Mencoba mencari jawaban ditengah jiwa-jiwa hampa
Seolah mencari namun tak pernah tau
Hanya waktu yang dapat ku hitung
Menanti kapan giliranku pergi
Berucap pamit pada manusia setengah patung
Agar sadar mereka kepada diriku
Diri yang renta nan lelah.

Depok, 11 maret 2017

Selasa, 07 Maret 2017

Rayuan malam

Pelopak mata sang malam beranjak terkatup
Mengucap salam perpisahan pada jiwa yang masih gamang
Aku masih di atas sajadah penuh aduanku
Terduduk menghitung hujan yang menetes dari dalam jiwa
Aduhai diri
Malam akan lekas berlalu
Hari tak lagi sama
Pelangi akan indah dengan lengkungan ke atas
Mengapa kau termangu melengkung ke bawah?
Hari akan menjemputmu ke dalam hidup esok hari
Mengapa menoleh pada yang telah pergi?
Ditengah harimu, kau hanya akan sendiri
Tak bertemankan janji tempo hari
Tidurlah wahai malam
Pejamkan mata indahmu dengan tenan
Kan ku jemput kau esok hari

Minggu, 05 Maret 2017

Baby iam in love

Ini salah satu foto favorit saya dua minggu ini, akhir pekan kemarin kami menyempatkan diri mengunjungi kediaman seorang classmate yang baru saja kehadiran malaikat kecil di dalam keluarganya.
Namanya Shanum, bayi 3 bulan ini cantik sekali, matanya masih mencari cari warna, bergerak sesuai warna tertentu, kadang menggeliat, kadang merengek.
Awalnya, saya ragu menggendong Shanum, karena memang belum pernah menggendong bayi berumur bulanan. Tapi
Bundanya menyodorkan Shanum kepadaku, katanya belajar terbiasa menggendong bayi... hihihi
Shanum hanya terjaga beberapa saat digendonganku. Beberapa menit setelahnya dia pulas sekali, lucu sekali melihat matanya yang perlahan tertutup.
Pengalaman pertama menggendong bayi ini menurutku menyenangkan, terlebih shanum yang langsung tertidur di dalam gendonganku.
Bahagia rasanya melihat Shanum tertidur pulas sekali di atas lenganku. Kalo kata teman2 "gmana gak langsung tidur Shanum, itu lengan empuk bgt".
Hahaha.. saya bahagia.

Kamis, 23 Februari 2017

Detak malam

Aku masih menghitung detak malam
Mengukir gulita
Mengeja rindu
Meski engkau entah dimana
Dibalik sayup angin menyambut maret
Ku intip kau dari kejauhan
Ah ternyata kau telah berhasil melupakanku
Bahkan menolehpun kau enggan
Hanya ingin ku ucapkan selamat padamu
Padamu yang berhasil meninggalkan jejak padaku
Kau tau?
Jejakmu ku susuri sendiran
Berharap kau kembali
Tapi kau ditelan mega senja tadi
Pergilah, jika pergi membuatmu mampu tersenyum
Abailah terhadap air mataku
Ini hanya akan menjadi jejak baru
Terimakasih telah hadir
Terimakasih ubtuk pernah berjalan bersisian denganku
Setidak aku pernah bahagia kala itu
Akan ku ingat selalu rasa bahagia itu
Hingga masih ada kesempatan tersenyum untukku
Meski luka itu ku balut sendiri.
Jika kau bertemu bayanganku diperjalananmu
Kau kan kubiarkan menyapaku
Jikapun itu kau masih ingat aku
Oiyah, aku lupa
Bahwa kau telah berhasil melupakanku, bahkan bayanganku.

Depok 24 feb 2017

Rabu, 22 Februari 2017

Mamak (part I)

Kalian tau? Saya selalu gagal menuliskan tentang satu sosok ini. Iya, Mamak.
Saya bingung mau mulai dari mana, dari sisi apa, dan dengan kata apa. Berkali-kali saya mencoba memulai menceritakan detile tentang Mamak tetap saja saya gagal, entah. Sepertinya setiap kali ingin atau tengah menulis tentang Mamak saya selalu gagal mengalajkan luapan kabut di kelopak mata saya.
Malam ini, saya hanya berwhatsapp singkat di ruang chat yang berisikan saya, Mamak dan Ewi (adik saya).
Seperti biasa, Mamak selalu bertanya tentang hal-hal sederhana namun berarti, seperti sedang dimana, sudah makan, sedng sama siapa dan seterusnya. Pun saya, bertanya hal yang sama adalah ritual memulai pembicaraan.
Jam setengah 11 malam, mamak masih membalas percakapan di WA, katanya sedang menyelesaikan pembuata RPP untuk tiga mata pelajaran esok hari. Saya meminta Mamak mengirimkan fotonya sebagai pelepas rindu. Ah saya selalu rindu..
Saya selalu rindu dengan kebiasaan Mamak mengelus kepala sebelum tidur sampai saya tertidur, tiba-tiba mencium ketika saya tidur atau pura2 tidur. Atau terbangun dengan selimut membungkus badan.  Saya selalu rindu kehangatan itu. Ah Mamak.
Pernah suatu malam Mamak tetiba menangis tersedu-sedu, aku bingung dan kemudian bertanya.
"Kenapa kita (sebutan You untuk org lebih tua dlam bahasa Bugis) nangis Mak?" Tanyaku sambil menahan tumpahan air mata demi melihat beliau tersedu.
"Mamak ini yatim piatu sejak kecil, tidak punya satu orangpun dalam hidup yang benar-benar menyanyangi Mamak, kalau bukan kalian anak-anak Mamak, Mamak ndak punya siapapun", air mata beliau semakin deras, menangis sedih sekali.
Aku hancur, tak berdaya.
Meskipun Mamak sering sekali berbicara betapa beruntungnya kami yang masih berBapak-Mamak, tapi pernyataan kali ini benar-benar berhasil menyayat. MAMAK TAK PUNYA APAPUN DAN SIAPAPUN SELAIN KAMI BERTIGA ANAK-ANAKNYA. Apa saja yang selama ini aku lakukan? Bukankah aku selama ini egois? Membiarkan orang yang paling menyayangiku khawatir, cemas, sedih tentangku?
aku sadar, durasiku di tanah rantau lebih banyak dibanding dengan kebersamaanku bersama Mamak, ku hitung-hitung aku hanya menghabiskan 11 Tahun yang benar2 bersmaa Mamak, selebihnya hanya kebersamaan singkat ketika liburan semester atau hari raya. Sekarang kami bertiga tumbuh di tanah rantau masing-masing, di tiga provinsi yang berbeda, mamak hanya kami sambangi paling banyak 2 kali setahun. Aku sadar bagaimana Mamak dan Bapak berubah aura kebahagiannya ketika kami semua pulang ke rumah. Aku bisa merasakan pancaran kebahagiaan itu.
Tapi bukankah merantau ini adalah amanah mereka berdua?
Sudah, saya sudah tidak kuat lagi mengetik. Mata saya sedang kebanjiran.

Your my soul. Let me Be your besr part of life

Depok, 23 Februari 2018

Minggu, 19 Februari 2017

Wedding or Marriage?

hari ini saya menyempatkan diri menemani dua oraang sahabat yanng udah kayak saudara sendiri mengunjungi Indonesia International Wedding Festival, pameran Wedding Organizer di salah satu pusat pameran di Jakarta, sebenarnya saya kurang tertarik dengan acara yang akan saya kunjungi ini tapi mengingat salah seorang sahabat yang udah kayak kakak kandung saya sedang proses persiapan pernikahannya maka saya putuskan untuk ikut.

masuk ke ruang utama gedung pameran itu, kami langsung disuguhkan nuansa pesta perkawinan, dindning dengan dekorasi penuh buket bunga, lampu-lampu hias yang menawan, deretan stand yang menwarkan jasa mulai dari foto, dekorasi, pakaian pengantin, undangan, souveni sampe catering. kami berkeliling, mampir dari satu stand ke stand yang lain, berkomentar tentang nuansa apa yang sesuai untuk kakak yang sedang mempersiapkan pesta istimewanya itu.

tidak jarang kami bertiga tertegun melihat betapa indahnya apa-apa yang dijajakan di stan-stand itu juga melongo melihat angka yang cukup fantastis untuk mewujudkannya di suatu acara. tidak tanggung-tanggung nomnal rupiah yang disebutkan di dalam katalog mereka atau dilabel harga produk mereka, sebut saja di salah satu stand fotografi khusus resepsi harga paling rendah adalah 15 juta rupiah, wow... hanya untuk berfoto? menurutku ini lumayan..
belum lagi melihat daftar harga sewa gedung, harga paket catering, harga souvenir, undangan, sewa baju dan make up. huuufftt... saya sesak membayangkan betapa mahalnya pesta itu dibeli, betapa tinggi harga yang harus dibayar untuk menjadi ratu sehari.

berkali-kali saya tercengang untuk itu semua, saya membayangkan besok lusa akan mempersiapkan untuk itu semua, ngeri rasanya. lagi-lagi saya mengingat sepotong pembicaraan bersama Mamak di suatu sore. saya bertanya tentang apa sih sebenarnya yang harus dipersiapkan untuk pesta pernikahan (note: pertanyaan ini hanya basa basi untk tau saja, tidak lebih.), waktu itu Mamak menyebutkan nominal yang menurutku sangat besar. waktu itu aku mencoba "protes" ke Mamak tentang itu, karena menuruku ini berlebih, tapi kala itu Mamak menjelaskan sabar sekali tentang pandangannya. aku diam.

baiklah, diluar pemahaman yang coba diberikan Mamak padaku tempo hari aku sebenarnya sampai sekarng masih pada keyakinan bahwa apa sih yang sebenarnya penting untuk dipersiapkan?kenapa seolah sibuk sekali kita mempersiapkan pesta dan segala perna perniknya sampai lupa hal penting lainnya. Iya, kita sibuk meranccang, merencanakan, mempersiapkan WEDDING kita, konsep akadnya, pestanya, jumlah undangannya, dstttt... tapi luput kita memahami bahwa hal penting dari itu adalah kehiidupan setelahnya yaitu MARRIAGE, iya kehidupan yang nyata setelah pesta itu, kita kadang abai mempersiapkan diri menerima kekurangan pasangan, membuka diri terhadap kenyataan-kenyataan berumah tangga, mempersiapkan bagaimana memanage emoosi bersama dengan pasangan, mengatur keuangan, prinsip-prisp dalam rumah tangga, sampai meninjau tujuan pernikahan.  dan puluhan bahkan ratusan list persiapan lainnya yang menurutku Jauuuuuuh lebih penting dari sekedar momen yang diabadikan melalui selembar foto. bukankah kita ingin membangun surga di dunia dan menggapai Surga sesungguhnya bersama? lantas? sudah sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk surga kita?

*ini hanya refleksi pribadi, tidak bermaksud apa-apa. saya suka pesta,s aya suka makan dan berfoto tapi saya lebih mendamba keluarga bahagia di kemudian hari, bersama. #eeaaak :D