Minggu, 09 Oktober 2016

mengapa kita butuh bercerita?

ini adalah pertanyaan yang dilemparkan seorang dosen dikelas kajian wacana minggu lalu, beliau mengawali kelas dengan pertanyaan "mengapa kita butuh bercerita?", pertanyaan yang cukup filosofis menurut saya, mengingat bercerita adalah hobi saya.

beberapa mahasiswa menjawab secara beragam , ada yang menjawab, karena manusia butuh hiburan
dan bercerita adalah salah satu hiburan, ada juga yang memandang bercerita adalah media berbagi dan menginspirasi, yang lain menjawab bahwa manusia dapat memperoleh pengakuan dari orang lain dengan bercerita.

setelah mendapat jawaban tersebut dosen tersebut kemudian memberikan jawaban versi dirinya yang tentu saj menggunakan frame wacana yang sedang kami bahas dalam kesempatan tersebut.
mengapa kita butuh bercerita? dosen tersebut memulai menjawab pertanyaannya dengan menceritakan potongan kisah hidupnya di masa lalu ketika berjuang mendapatkan kesempatan belajar ke benua seberang "australia"

waktu itu, sekitar thun 1991, beliau menyelesaikan sekolah tingkat pascasarjananya dan menghadapi kebingungan karena hasratnya untuk sekolah lagi semakin tinggi. salah seorang kenalannya menyodorkan tawaran beasiswa pemerintahan amerika lengkap dengan sederet syarat yang harus dipenuhinya, salah satunya adalah skor kemampuan bahasa Inggris TOEFL minimal 550. dengan modal nekat, beliau mengikuti tes dan mendapat skor 475. tentu saja skor ini tidak memungkinkan dirinya untuk mendaftar. dan beasiswa pemerintahan amerika itupun pupus di harapan.

skor tersebut kemudian menyadarkannya bahwa untuk dapat sekolah lagi dengan beasiswa, diriya harus memiliki kemapun bahasa Inggris yang memadai, ulailah usaha beliau belajar bahasa Inggris dengan mengantogi kamus saku kemana dan kapanpun beliau pergi. kemudian membiasakan diri membaca koran harian yang memuat laman berita berbahasa inggris sampai pada berlangganan koran internasional.

dua tahun berlalu, mimpinya untuk dapat melanjutkan studi belum pupus dan kabar bahagia itu datang menyapa. ada tawaran beasiswa dari pemerintah Australia yang hanya mensyaratkan skor TOEFL 450 dan menawarkan pelatihan bahasa Inggris selama  6 bulan. angin segar ini disambut hangat oleh beliau. beliau mendaftar dan kemudian lulu. yeeey. terbag ke Australia.

tiba di salah satu bandara di negera kangguru tersebut, belau menghubungi sanak keluarga yang menetap di sana untuk mengabarkan bahwa dalam beberapa jam kedepan dirinya akan tiba di kota tempatnya akan menggaet titel PhD. setelah berjalan dari tempat telfon umum tersebut, beliau kmudian menemukan dopet yang berisi puluhan lembar ratusan dollar, dalam keadaan bingung beliaupun menyerahkan dompet yang ditemukan tersebut kepada security.

singkat cerita, 4 tahun berlalu dan hari-hari mereka (dosen dan istri) di Australia dengan kulaih dan bekerja paruh waktu. hasil dari bekerja terebut ditabung dan pada saat sebelum pulang mereka mengosongkan tabungan mereka untuk dibawa pulang, namun kabar buuk datang. dompet dan seluruh isinya hilang. mereka putus asa dan mulai panik mencari ke seluruh swalayan tempat terakhir mereka berbelanja. dan ditengah harapan yang hampir saja terputus, seorang laki-laki paruh baya datang mengantarkan dompet lengkap dengan isinya yang tidak berkurang sehelai pun.

kejadian tersebut kemudian membawa ingatan belaiu kepada pengalaman menemukan dompet di bandara empat tahun yang lalu. dan ketika itu beliau tersadar bahwa berbuat baik akan selalu membawa kebaikan. entah kapan, dimana, dan dengan cara seperti apa,

kembali kepada pertanyaan "mengapa kita butuh bercerita?", dosen tersebut mengakui bahwa cerita perjalannya tersebut selalu diceritakan dikelas tempatnya mengajar, dan setiap kali menceritakannya dirinya selalu mendapat kekuatan baru, peahaman baru, kesadaran baru, dan penerimaan baru. karenanya beliau memberi konsep bahwa mengapa kita butuh bercerita? karena pada hakikatnya kita butuh memahami setiap potong kejadian yang kita alami, kita dengarkan dan kita rasakan. dan bercerita adalah satu dari cara yang bisa kita gunakan untuk memahami hal tersebut. tentu saja dengan bercerita bukan hanya kita yang memahami makna dari cerita tersebut tapi juga orrang lain yang menjadi pendengar ataupun pembaca cerita kita.

dengan bercerita kita sedang memahami secara utuh potongan-potongan kejadia sehingga insight demi insight kita dapat,d an kemudian menjadi bekal yang sangat berharga untuk merangkai cerita selanjutnya.

lets keep telling story :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar