Mungkin ini adalah postingan yang entah kesekian kalinya sya tuliskan di gerbong krl. Iya, banyak sekali inspirasi bertebaran di sepanjang krl dan hal2 yang berkaitan dengan krl.
Mulai dari puluhan ekspresi wajah para penumpang krl yang seharian diselimuti penat bekerja, anak yang menangis, tawa sekelompok anak berseragam sma, ah banyak sekali ragamnya. Lengkap sebagai sampel ibu kota.
Kali ini mungkin saya akan sedikit cerita tentang hal paling biasa yang terjadi di kereta, tentang "berbagi" ah, ini biasa saja. Sungguh.
Jadi begini, penumpang krl ini beragam mulai dari bayi belasanminggu sampai dengan lansia. Di setiap ujung gerbong disediakan kursi khusus yabg dipriotitaskan untuk orang tua, ibu hamil dan penyandang disabilitas. Tapi tak jarang ketika krl lengang atau tak ada penumpang dengan kategori prioritas, penumpang biasa juga duduk. No problemo kan y?
Nah yang jadi masalah adalah ketika tidak sedikit penumpang yang tak tahu diri alias perlu bantuan untuk mengidentifikasikan dirinya sebagai penumpang prioritas atau bukan. Miris kan ya?. Penumpang jenis ini biasanya seenak jidat duduk manis di kursi-kursi prioritas. Hiks
Itu salah satu potretnya, pada potret yang lain, kita akan banyak sekali menemukan jenis penumpang yang acuh tak acuh akan siapa disekitarnya. Iya, jenis ini banyak sekali ragam variannya. Sebut saja misalnya, ketika di stasiun pemberhentian tertentu seorang ibu-ibu sekitar umur 50 tahun naik dan tak mendapatkan tempat duduk. Saya tak jarang melihat betapa tak sedikit orang yang duduk yang notabene masih muda, laki-laki, kiat, sehat dan sibuk saja menatap layar handphonenya. Saya berasa ingin nimpukin kalo begini..
Jenis ini juga ada yang pura2 tertidur, jadi ketika di depannya adalah wanita dan mungkin lebih tua dia terbebas dari beban berbagi..
Ah membicarakan betapa kita mungkin sangat sibuk, sangat lelah, sangat membutuhkan istirahat, sangat penat dan sangat2 yang lain sehingga tak sempat memperhatikan di depan dan sampng kita adalah orang yang lebih berhak mendapat kenyamanan. Seegois itukah kita? Sekeras itukah hidup kita, sampai untuk berbagi saja kita ikut berat?
Tak sempatkah kita berfikir atau membayabgkan bagaimana jika ibu-ibu yang sedang berdiri itu adalah ibu kita dan tak ada yang peduli?
Saya menulis ini bukan berarti saya tak pernah melakukan 'dosa' di krl. Tapi hanya untuk mengingatkan diri saya sendiri untuk lebih peduli, lebih empati, simpati, merasa, dan lebih yang lain....
*bojong gede sampai cawang
7 aguatus 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar