jogja itu sederhana yang punya nilai romantika yang tinggi,
jogja punya seribu satu rasa dalam kesederhanaannya.
dalam setiap seruputan "kopi joss" sepanjang rell
jogja punya makna dalam hangatnya "wedang ronde"
jogja punya cerita dalam "pendowo limo"nya
jogja sarat akan makna hidup.makna akan hi dup yang keras, butuh perjuangan tapi tetap saja tidak kehilangan rasa di dalamnya.
. . . . . .
j.o.g.j.a
tak perlu kau kerutkan dahi untuk membuat antitesa dari padanya
karena ia telah punya warna sendiri yang tak akan pudar meski kelak waktu akan terus berlari bahkan secepat kilat
jogja tak sekedar berhati nyaman
namun juga menyimpan seribu satu cerita duka,
entah berapa ratus janji yang telah terkhianati di jogja ini
dan telah jutaan bahkan milyara janji yang terikrar...
entahlah..
jogja, tetaplah jogja.... jogja tetaplah istimewa
tak sebatas tugu dan alun-alun
juga tak sesederhana angkringan
tapi juga tak semegah singgasana raja....
di jogja..
segala bentuk hidup dari berbagai dimensi akan kau jumpai.
....
hah, jogja, selalu saja ada cerita di balik kesederhanaannya
tiwul, gudeg,ronde, wedang, kopi joss, ankrinngan, musisi jalanan,
bakpia, skatenan, burjo dengan Tante dan magelangannya...........
istimewa, selalu :D
jogja, 30 nov 2012
Jumat, 30 November 2012
Senin, 26 November 2012
urung shalat wes shalat, wes shalat urung shalat, ora susah shalat.
"urung shalat wes shalat, wes shalat urung shalat, ora susah shalat" melihat sekilas tulisan ini, seorang muslim/ah yang mengerti bahasa jawa mungkin akan mengerenyitkan dahinya, pasalnya ungkapan ini, seoalah-olah shalat yang merupakan tiang agama menjadi hal yang sudah tidak urgen lagi...
eeiiittsss..... tunggu dulu brow..!!
ungkapan "turung shalat wes shalat, wes shalat urung shalat, ora susah shalat" bila di analisis merupakan perumpamaan tingginya keimanan seseorang, lha kog bisa?
mari kita tinjau bersama....
1. kalimat "urung shalat wes shalat" adalah perumpaan untuk orang-orang yang telah berada pada puncak keimanannya. seorang yang telah berada di puncak keimananya, maka setiap langkah menjadi untaian do'a, setiap hembusan nafasnya menjadi keping-keping ibadah kepadaNYa, dan setiap gerakannya berorientasi kepada ibadah sebagai pengabdian seorang makhluk kepada penciptanya.
dengan kata lain, seorang yang telah berada di puncak keimananya maka sebelum ia melaksanakan shalatpun, ia telah shalat dalam setiap geraknya.
2. "wes shalat urung shalat" kalimat kedua ini kebalikan dari yang pertama, seorang yang meski telah mendirikan shalat tapi perilakunya tidak mencerminkan seorang yang "shalat" maka, dapat dikatang "urung shalat" belum shalat.
ungkpan ini mungkin cocok untuk menjawab pertanyaan kita semua tentang kerusakan moral orang-orang yang mengaku diri "shalat"
3. ora susah shalat. (fahami sendiri ya.. hehe)
eeiiittsss..... tunggu dulu brow..!!
ungkapan "turung shalat wes shalat, wes shalat urung shalat, ora susah shalat" bila di analisis merupakan perumpamaan tingginya keimanan seseorang, lha kog bisa?
mari kita tinjau bersama....
1. kalimat "urung shalat wes shalat" adalah perumpaan untuk orang-orang yang telah berada pada puncak keimanannya. seorang yang telah berada di puncak keimananya, maka setiap langkah menjadi untaian do'a, setiap hembusan nafasnya menjadi keping-keping ibadah kepadaNYa, dan setiap gerakannya berorientasi kepada ibadah sebagai pengabdian seorang makhluk kepada penciptanya.
dengan kata lain, seorang yang telah berada di puncak keimananya maka sebelum ia melaksanakan shalatpun, ia telah shalat dalam setiap geraknya.
2. "wes shalat urung shalat" kalimat kedua ini kebalikan dari yang pertama, seorang yang meski telah mendirikan shalat tapi perilakunya tidak mencerminkan seorang yang "shalat" maka, dapat dikatang "urung shalat" belum shalat.
ungkpan ini mungkin cocok untuk menjawab pertanyaan kita semua tentang kerusakan moral orang-orang yang mengaku diri "shalat"
3. ora susah shalat. (fahami sendiri ya.. hehe)
ngono yo ngono ing ojo ngono
untuk kamu-kamu orwong jowo asli kata " ngono yo ngono ing ojo ngono" udah kedengeran biasa, biasanya ungkapan ini diucapkan untuk mengungkapkan bahwa segala sesuatu tidak sepatutnya berada di ambang batas kewajaran.
setiap orang memiliki hak untuk melakukan apapun yang dia inginkan, tapi yang harus diingat bahwa manusia memiliki batasan-batasan tertentu baik dalam bersikap, mengambil keputusan, mengutarakan pendapat dll.
bila secara bahasa ungkapan "ngono yo ngono nng ojo ngono" bisa diartikan dengan "begitu ya begitu tapi ya jangat begitu" sedikit memusingkan bukan? :D
yah, begitulah salah satu ekspresi dalam bahasa jawa, untuk memberi penakanan bahwa manusia memiliki batasan dalam segala hal termasuk batasan dalam berfikir.
setiap orang memiliki hak untuk melakukan apapun yang dia inginkan, tapi yang harus diingat bahwa manusia memiliki batasan-batasan tertentu baik dalam bersikap, mengambil keputusan, mengutarakan pendapat dll.
bila secara bahasa ungkapan "ngono yo ngono nng ojo ngono" bisa diartikan dengan "begitu ya begitu tapi ya jangat begitu" sedikit memusingkan bukan? :D
yah, begitulah salah satu ekspresi dalam bahasa jawa, untuk memberi penakanan bahwa manusia memiliki batasan dalam segala hal termasuk batasan dalam berfikir.
Minggu, 25 November 2012
Kota seribu satu nyawa
1 x 24 jam ku
berpijak di kota ini
Dapat ku katakan
pada setiap nafas yang berhembus
Kepada senyum
yang merekah
Pada butir-butir
peluh yang mengalir syahdu
Bahwa kota
ini..........
Ku sebut dengan
kota seribu satu nyawa
Ketika semua
mata terpejam dalam mimpi indah mereka
Kota ini bahkan
tak pernah menutup mata
Walau hanya
sekejap
Bila ia tertidur
nanti
Ia takut dalam
tidurnya mimpi akan mengajaknya pergi jauh dari kenyataan ini
Ia takut tak
terbangun kembali
Ia takut akan kehilangan
citranya dalam gaung kesunyian
Ketika mentar
masih dalam belutan sang mega
Kota ini telah
bergegas menuju senja
Ketika senja
bergerak berlahan tuk kembali ke singgasananya
Kota ini telah
beranjak menjemput sang mentari
Tak banyak
harapan dari setiap raut muka dari kota ini
Namun dari setiap
langkah pastinya
Tersirat selaksa
kerasnya hidup yang ia jalani
m.e.t.r.o.p.o.l.i.t.a.n
mungkin kata yang
telah melekat dijidat kota ini
sehingga setiap
orang yang melihatnya
akan memicingkan
mata sembari berlalu
u.n.d.e.r.
c.o.v.e.r
mungkin sebutan
baru baginya
bagi kota yang
sudut-sudutnya tak pernah lalai dengan panasnya hidup
bagi kota yang
terlihat megah dari sudut mata
terlalu banyak
hal yang tersirat dari wajah tua kota ini
ribuan bahkan
jutaan kata-kata akan terdengar sangat rumit untuk
menggambarkan
setiap sisinya......
satu sebutan lagi untuk kau
yang tertulis dariku
“kota seribu satu nyawa
Kota yang tak pernah mati
Kota yang ak pernah terlelap”
Philo dien
13.48 PM
Orchid,bintaro, jakarta
26 january 2012
On holliday
Nak II
Anak-anakku
Masih ingatkah kau ketika
kau berteriak dalam keluguanmu, kau dengan lantang berteriak “ ana tolibun
jadidun”
Masih ingatkah kau ketika
wajah riangmu ketika mendapat “mufrodat” baru seiring datangnya sang
mentari
Ingatkahkah kau ketika kau
manja dengan berpura-pura sakit ketika “muhadloroh”
Dan tahukah kau? Ku
rindukan sosok kecil itu, ku rindukan tangisan dan rengekan manjamu
Nak...
Ku tau kau kerap jadikan
perpustakaan sebagai tempatmu menyendiri dan menghindar dari hiruk pikuk asramamu
Kau kerap jadikan masjid
hijau sebagai pelarian ketika rasa malas merundungmu
Kau kerap datangi matbach
ketika kau tak bertenaga dan lapar mengganrungimu
Dan taukah kau? Ku
rindukan kenakalan manjamu nak
Namun Nak....
Kini kau telah menjadi
sosok yang sangat tangguh, kau tumbuh menjadi dewasa yang mengaggumkan
Kini kau telah dewasa nan
cerdas
Kau telah pijakkan kakimu
ditempat yang berbeda dengan tanah robbaby mu
Namun kau tetaplah kau
yang pernah ku gembleng dengan penuh cintaku
Nak.... apapun kau yang
dulu kau tetap anak yang senatiasa hadir dalam setiap bait do’aku.....
Kriteria mahasiswa sebagai agent of change di era global
Hmmm...... mendengar kata
mahasiswa orang-orang memiliki statement yang berbada-berbeda mulai dari
hal-hal yang sifatnya positif sampai pada hal yang sikapnya negatif. Namun pada
dasarnya mahasiswa memiliki tiga tugas pokok yang di emban oleh mahasiswa
sebagai unsur kehidupan berbangsa, antara lain:
1.
Agent of knowladge
( terkait dengan peran mahasiswa sebagai akademisi)
2.
Agent of change (terkait dengan peran mahasiswa
membawa perubahan warna di manapun dia
berada)
3.
Agent of social
control (terkait dengan peran
mahasiswa sebagai penyalur aspirasi
rakyat)
Namun pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sedikit tentang
tugas kedua yang di emban oleh mahasiswa
yaitu “agent of change” sebelu saya menyampaikan kriteria mahasiswa yang
menjadi agent of change of cahange saya ingin memaparkan sedikit tentang apa
sebenrnya yang menjadi pengertian dari agent of change itu sendiri.
Kata “mahasiswa sebagai agent of
change “ mungkin bukanlah kata yang asing lagi di telinga kita semu, dimana
mahasiswa di sebut-sebut sebagai agent
perubahan sebutan ini melekat pada mahasiswa karena mahasiswa bisa memberikan
kontribusi yang sangat besar terhadap berubahan
bangsa. Sebagai contoh yang angat real adalah ketika mahasiswa mampu
menggulirkan rezim suharto ketika itu. (
dan saya rasa itu adalah contoh yang
sangat konkrit )
@@@
Namun beranjak dari sebutan agent of change pada kenyataannya mahasiswa
sekarang sepertinya tidak semua dikatakan sebagai agen of change karena tidak
semua mahasiswa memiliki kemampuan yang sama yaitu untuk mejadi agent of
change. Lantas apa yang saja kriteria
mahasiswa yang dapat di kategorikan sebagai agent of change ? dalam pidato
singkat ini saya akan mencoba memeerikansedikit
gambaran tentang kriteria mahasiswa agent of change
1.
Dasar keagamaan yang kuat
Landasan atau dasar agama yang kuat adalah salah satu
ktiteria mahasiswa yang dapat menjadi agent of change karena akan membantu
mahasiswa untuk tidak terjebak terjangan
ombak kapitalisme, serpihan kaca liberlaisme, hiruk pikuk sekularisme yang
menjadi isu global pada saat ini.
Landasan keagamaan yang kuat menjadi bekal para mahasiswa
yang hendak menjadi agent of change karena akan menjadi pelindung agar
mahasiswa tidak menjadi mehasiswa yang cerdas dan “pintar” membodohi orang
lain. Dan tidak terdampar dan tersungkur dalam keerosotan akhlak.
2.
Memilikiki kemampuan untuk
membawa perubahan dimanapun ia berada
Tentunya dalam konteks hal-hal yang positif, hal ini sesuai
dengan misi ang dibawa ummat islam dalam Al-qur’an bahwa sebaik baiknya manusia
adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya’ ( sebutin ayatnya!)
3.
Memilki kemampuan berfikir
kritis dan wawasan yang luas
Di era global seperti ini seluruh elemen masyarakat da
mahasiswa pada umumnya dituntut untuk
tidak hanya menjadi konsumtor tapi juga mapu menjadi konsumtor yang
kritis/kritikus. Nah untuk menjdi mahasiswa yang kritis seeorang harus memiliki
wawasan yang luas, agar tdak menjadi seorang yang hanya dapat berargumen
‘kosong” tanpa esensial. Setidaknya mahasiswa yang intelektual nantinya menjadi
bagian penting dari erubahan peradaban yang “benar” ( kata benar disini dimaksudkan untuk menjadi kelompok
kritis yang melawan benuk-bentuk
otoritas). Sikap kritis dan kepekaan
mahasiswa sanat dibutuhkan untuk membangun kenegaraan dan kebangsaan yang ampuh
dan kokoh.
###
Peran yang disandang mahasiswa
sebagai agent of change atau agen perubahan masih sangay efektif dalam memposisikan peran strategisnya
di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Melalui campur tagan mahasiswalah segala kebijakan yang berkenaan dengan masa
depan bangsa dan kesejahteraan masyarakat akan teta terkontrol, hingga pada
akhirnya memunculkan gagasan balance of
power yang terjadi antara pemerintah sebagai pemegang kebijakan dengan rakyat sebagai pengontrol segala
kebjakan.
Oleh karena itu selagi kita
masih menyandang mahasiswa mari kita pantaskan diri kita untuk menjadi
mahasiswa yang panas untuk disebut agent of change dengan membekali diri kita
kriteria-kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Sehingga sebutan agent of
change tidak hanya tinggal sebutan belaka.
Langganan:
Postingan (Atom)










