Hmmm...... mendengar kata
mahasiswa orang-orang memiliki statement yang berbada-berbeda mulai dari
hal-hal yang sifatnya positif sampai pada hal yang sikapnya negatif. Namun pada
dasarnya mahasiswa memiliki tiga tugas pokok yang di emban oleh mahasiswa
sebagai unsur kehidupan berbangsa, antara lain:
1.
Agent of knowladge
( terkait dengan peran mahasiswa sebagai akademisi)
2.
Agent of change (terkait dengan peran mahasiswa
membawa perubahan warna di manapun dia
berada)
3.
Agent of social
control (terkait dengan peran
mahasiswa sebagai penyalur aspirasi
rakyat)
Namun pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sedikit tentang
tugas kedua yang di emban oleh mahasiswa
yaitu “agent of change” sebelu saya menyampaikan kriteria mahasiswa yang
menjadi agent of change of cahange saya ingin memaparkan sedikit tentang apa
sebenrnya yang menjadi pengertian dari agent of change itu sendiri.
Kata “mahasiswa sebagai agent of
change “ mungkin bukanlah kata yang asing lagi di telinga kita semu, dimana
mahasiswa di sebut-sebut sebagai agent
perubahan sebutan ini melekat pada mahasiswa karena mahasiswa bisa memberikan
kontribusi yang sangat besar terhadap berubahan
bangsa. Sebagai contoh yang angat real adalah ketika mahasiswa mampu
menggulirkan rezim suharto ketika itu. (
dan saya rasa itu adalah contoh yang
sangat konkrit )
@@@
Namun beranjak dari sebutan agent of change pada kenyataannya mahasiswa
sekarang sepertinya tidak semua dikatakan sebagai agen of change karena tidak
semua mahasiswa memiliki kemampuan yang sama yaitu untuk mejadi agent of
change. Lantas apa yang saja kriteria
mahasiswa yang dapat di kategorikan sebagai agent of change ? dalam pidato
singkat ini saya akan mencoba memeerikansedikit
gambaran tentang kriteria mahasiswa agent of change
1.
Dasar keagamaan yang kuat
Landasan atau dasar agama yang kuat adalah salah satu
ktiteria mahasiswa yang dapat menjadi agent of change karena akan membantu
mahasiswa untuk tidak terjebak terjangan
ombak kapitalisme, serpihan kaca liberlaisme, hiruk pikuk sekularisme yang
menjadi isu global pada saat ini.
Landasan keagamaan yang kuat menjadi bekal para mahasiswa
yang hendak menjadi agent of change karena akan menjadi pelindung agar
mahasiswa tidak menjadi mehasiswa yang cerdas dan “pintar” membodohi orang
lain. Dan tidak terdampar dan tersungkur dalam keerosotan akhlak.
2.
Memilikiki kemampuan untuk
membawa perubahan dimanapun ia berada
Tentunya dalam konteks hal-hal yang positif, hal ini sesuai
dengan misi ang dibawa ummat islam dalam Al-qur’an bahwa sebaik baiknya manusia
adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya’ ( sebutin ayatnya!)
3.
Memilki kemampuan berfikir
kritis dan wawasan yang luas
Di era global seperti ini seluruh elemen masyarakat da
mahasiswa pada umumnya dituntut untuk
tidak hanya menjadi konsumtor tapi juga mapu menjadi konsumtor yang
kritis/kritikus. Nah untuk menjdi mahasiswa yang kritis seeorang harus memiliki
wawasan yang luas, agar tdak menjadi seorang yang hanya dapat berargumen
‘kosong” tanpa esensial. Setidaknya mahasiswa yang intelektual nantinya menjadi
bagian penting dari erubahan peradaban yang “benar” ( kata benar disini dimaksudkan untuk menjadi kelompok
kritis yang melawan benuk-bentuk
otoritas). Sikap kritis dan kepekaan
mahasiswa sanat dibutuhkan untuk membangun kenegaraan dan kebangsaan yang ampuh
dan kokoh.
###
Peran yang disandang mahasiswa
sebagai agent of change atau agen perubahan masih sangay efektif dalam memposisikan peran strategisnya
di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Melalui campur tagan mahasiswalah segala kebijakan yang berkenaan dengan masa
depan bangsa dan kesejahteraan masyarakat akan teta terkontrol, hingga pada
akhirnya memunculkan gagasan balance of
power yang terjadi antara pemerintah sebagai pemegang kebijakan dengan rakyat sebagai pengontrol segala
kebjakan.
Oleh karena itu selagi kita
masih menyandang mahasiswa mari kita pantaskan diri kita untuk menjadi
mahasiswa yang panas untuk disebut agent of change dengan membekali diri kita
kriteria-kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Sehingga sebutan agent of
change tidak hanya tinggal sebutan belaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar