Minggu, 25 November 2012

Kriteria mahasiswa sebagai agent of change di era global




                Hmmm...... mendengar kata mahasiswa orang-orang memiliki statement yang berbada-berbeda mulai dari hal-hal yang sifatnya positif sampai pada hal yang sikapnya negatif. Namun pada dasarnya mahasiswa memiliki tiga tugas pokok yang di emban oleh mahasiswa sebagai unsur kehidupan berbangsa, antara lain:
1.       Agent of knowladge ( terkait dengan peran mahasiswa sebagai akademisi)
2.       Agent of  change (terkait dengan peran mahasiswa membawa perubahan warna di    manapun dia berada)
3.       Agent of social control  (terkait dengan peran mahasiswa sebagai  penyalur aspirasi rakyat)
Namun pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sedikit tentang tugas kedua yang di emban  oleh mahasiswa yaitu “agent of change” sebelu saya menyampaikan kriteria mahasiswa yang menjadi agent of change of cahange saya ingin memaparkan sedikit tentang apa sebenrnya yang menjadi pengertian dari agent of change itu sendiri.
                Kata “mahasiswa sebagai agent of change “ mungkin bukanlah kata yang asing lagi di telinga kita semu, dimana mahasiswa di sebut-sebut  sebagai agent perubahan sebutan ini melekat pada mahasiswa karena mahasiswa bisa memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap berubahan  bangsa. Sebagai contoh yang angat real adalah ketika mahasiswa mampu menggulirkan rezim suharto  ketika itu. ( dan saya rasa itu  adalah contoh yang sangat konkrit )
@@@
Namun beranjak dari sebutan agent of change pada kenyataannya mahasiswa sekarang sepertinya tidak semua dikatakan sebagai agen of change karena tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan yang sama yaitu untuk mejadi agent of change. Lantas apa  yang saja kriteria mahasiswa yang dapat di kategorikan sebagai agent of change ? dalam pidato singkat ini saya  akan mencoba memeerikansedikit gambaran tentang kriteria mahasiswa agent of change
1.       Dasar keagamaan yang kuat
Landasan atau dasar agama yang kuat adalah salah satu ktiteria mahasiswa yang dapat menjadi agent of change karena akan membantu mahasiswa untuk tidak  terjebak terjangan ombak kapitalisme, serpihan kaca liberlaisme, hiruk pikuk sekularisme yang menjadi isu global pada saat ini.
Landasan keagamaan yang kuat menjadi bekal para mahasiswa yang hendak menjadi agent of change karena akan menjadi pelindung agar mahasiswa tidak menjadi mehasiswa yang cerdas dan “pintar” membodohi orang lain. Dan tidak terdampar dan tersungkur dalam keerosotan akhlak.
2.       Memilikiki kemampuan untuk membawa perubahan dimanapun ia berada
Tentunya dalam konteks hal-hal yang positif, hal ini sesuai dengan misi ang dibawa ummat islam dalam Al-qur’an bahwa sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya’ ( sebutin ayatnya!)
3.       Memilki kemampuan berfikir kritis dan wawasan yang luas
Di era global seperti ini seluruh elemen masyarakat da mahasiswa pada umumnya  dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumtor tapi juga mapu menjadi konsumtor yang kritis/kritikus. Nah untuk menjdi mahasiswa yang kritis seeorang harus memiliki wawasan yang luas, agar tdak menjadi seorang yang hanya dapat berargumen ‘kosong” tanpa esensial. Setidaknya mahasiswa yang intelektual nantinya menjadi bagian penting dari erubahan peradaban yang “benar” ( kata benar  disini dimaksudkan untuk menjadi kelompok kritis yang  melawan benuk-bentuk otoritas). Sikap kritis dan  kepekaan mahasiswa sanat dibutuhkan untuk membangun kenegaraan dan kebangsaan yang ampuh dan kokoh.
###
                Peran yang disandang mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan masih sangay  efektif dalam memposisikan peran strategisnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Melalui campur  tagan mahasiswalah  segala kebijakan yang berkenaan dengan masa depan bangsa dan kesejahteraan masyarakat akan teta terkontrol, hingga pada akhirnya memunculkan  gagasan balance of power yang terjadi antara pemerintah sebagai pemegang kebijakan  dengan rakyat sebagai pengontrol segala kebjakan.
                Oleh karena itu selagi kita masih menyandang mahasiswa mari kita pantaskan diri kita untuk menjadi mahasiswa yang panas untuk disebut agent of change dengan membekali diri kita kriteria-kriteria yang saya sebutkan sebelumnya. Sehingga sebutan agent of change tidak hanya tinggal sebutan belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar