1 x 24 jam ku
berpijak di kota ini
Dapat ku katakan
pada setiap nafas yang berhembus
Kepada senyum
yang merekah
Pada butir-butir
peluh yang mengalir syahdu
Bahwa kota
ini..........
Ku sebut dengan
kota seribu satu nyawa
Ketika semua
mata terpejam dalam mimpi indah mereka
Kota ini bahkan
tak pernah menutup mata
Walau hanya
sekejap
Bila ia tertidur
nanti
Ia takut dalam
tidurnya mimpi akan mengajaknya pergi jauh dari kenyataan ini
Ia takut tak
terbangun kembali
Ia takut akan kehilangan
citranya dalam gaung kesunyian
Ketika mentar
masih dalam belutan sang mega
Kota ini telah
bergegas menuju senja
Ketika senja
bergerak berlahan tuk kembali ke singgasananya
Kota ini telah
beranjak menjemput sang mentari
Tak banyak
harapan dari setiap raut muka dari kota ini
Namun dari setiap
langkah pastinya
Tersirat selaksa
kerasnya hidup yang ia jalani
m.e.t.r.o.p.o.l.i.t.a.n
mungkin kata yang
telah melekat dijidat kota ini
sehingga setiap
orang yang melihatnya
akan memicingkan
mata sembari berlalu
u.n.d.e.r.
c.o.v.e.r
mungkin sebutan
baru baginya
bagi kota yang
sudut-sudutnya tak pernah lalai dengan panasnya hidup
bagi kota yang
terlihat megah dari sudut mata
terlalu banyak
hal yang tersirat dari wajah tua kota ini
ribuan bahkan
jutaan kata-kata akan terdengar sangat rumit untuk
menggambarkan
setiap sisinya......
satu sebutan lagi untuk kau
yang tertulis dariku
“kota seribu satu nyawa
Kota yang tak pernah mati
Kota yang ak pernah terlelap”
Philo dien
13.48 PM
Orchid,bintaro, jakarta
26 january 2012
On holliday

Tidak ada komentar:
Posting Komentar