Minggu, 25 November 2012

Kota seribu satu nyawa





1 x 24 jam ku berpijak di kota ini
Dapat ku katakan pada setiap nafas yang berhembus
Kepada senyum yang merekah
Pada butir-butir peluh yang mengalir syahdu
Bahwa kota ini..........
Ku sebut dengan kota seribu satu nyawa
Ketika semua mata  terpejam dalam mimpi indah mereka
Kota ini bahkan tak pernah menutup mata
Walau hanya sekejap
Bila ia tertidur nanti
Ia takut dalam tidurnya mimpi akan mengajaknya pergi jauh dari kenyataan ini
Ia takut tak terbangun kembali
Ia takut akan kehilangan citranya dalam gaung kesunyian
Ketika mentar masih dalam belutan sang mega
Kota ini telah bergegas menuju senja
Ketika senja bergerak berlahan tuk kembali ke singgasananya
Kota ini telah beranjak menjemput sang mentari
Tak banyak harapan dari setiap raut muka dari kota ini
Namun dari setiap langkah pastinya
Tersirat selaksa kerasnya hidup yang  ia jalani
m.e.t.r.o.p.o.l.i.t.a.n
mungkin kata yang telah melekat dijidat kota ini
sehingga setiap orang yang melihatnya
akan memicingkan mata sembari berlalu
u.n.d.e.r. c.o.v.e.r
mungkin sebutan baru baginya
bagi kota yang sudut-sudutnya tak pernah lalai dengan panasnya hidup
bagi kota yang terlihat megah dari sudut mata
terlalu banyak hal yang tersirat dari wajah tua kota ini
ribuan bahkan jutaan kata-kata akan terdengar sangat rumit untuk
menggambarkan setiap sisinya......

satu sebutan lagi untuk kau
yang tertulis dariku
“kota seribu satu nyawa
Kota yang tak pernah mati
Kota yang ak pernah terlelap”


Philo dien
13.48 PM
Orchid,bintaro, jakarta
26 january 2012
On holliday

Tidak ada komentar:

Posting Komentar