Minggu, 25 November 2012

Nak II




Anak-anakku
Masih ingatkah kau ketika kau berteriak dalam keluguanmu, kau dengan lantang berteriak “ ana tolibun jadidun
Masih ingatkah kau ketika wajah riangmu ketika mendapat “mufrodat” baru seiring datangnya sang mentari
Ingatkahkah kau ketika kau manja dengan berpura-pura sakit ketika “muhadloroh
Dan tahukah kau? Ku rindukan sosok kecil itu, ku rindukan tangisan dan rengekan manjamu
Nak...
Ku tau kau kerap jadikan perpustakaan sebagai tempatmu menyendiri dan menghindar dari hiruk pikuk asramamu
Kau kerap jadikan masjid hijau sebagai pelarian ketika rasa malas merundungmu
Kau kerap datangi matbach ketika kau tak bertenaga dan lapar mengganrungimu
Dan taukah kau? Ku rindukan kenakalan manjamu nak
Namun Nak....
Kini kau telah menjadi sosok yang sangat tangguh, kau tumbuh menjadi dewasa yang mengaggumkan
Kini kau telah dewasa nan cerdas
Kau telah pijakkan kakimu ditempat yang berbeda dengan tanah robbaby mu
Namun kau tetaplah kau yang pernah ku gembleng dengan penuh cintaku
Nak.... apapun kau yang dulu kau tetap anak yang senatiasa hadir dalam setiap bait do’aku.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar