Anak-anakku
Masih ingatkah kau ketika
kau berteriak dalam keluguanmu, kau dengan lantang berteriak “ ana tolibun
jadidun”
Masih ingatkah kau ketika
wajah riangmu ketika mendapat “mufrodat” baru seiring datangnya sang
mentari
Ingatkahkah kau ketika kau
manja dengan berpura-pura sakit ketika “muhadloroh”
Dan tahukah kau? Ku
rindukan sosok kecil itu, ku rindukan tangisan dan rengekan manjamu
Nak...
Ku tau kau kerap jadikan
perpustakaan sebagai tempatmu menyendiri dan menghindar dari hiruk pikuk asramamu
Kau kerap jadikan masjid
hijau sebagai pelarian ketika rasa malas merundungmu
Kau kerap datangi matbach
ketika kau tak bertenaga dan lapar mengganrungimu
Dan taukah kau? Ku
rindukan kenakalan manjamu nak
Namun Nak....
Kini kau telah menjadi
sosok yang sangat tangguh, kau tumbuh menjadi dewasa yang mengaggumkan
Kini kau telah dewasa nan
cerdas
Kau telah pijakkan kakimu
ditempat yang berbeda dengan tanah robbaby mu
Namun kau tetaplah kau
yang pernah ku gembleng dengan penuh cintaku
Nak.... apapun kau yang
dulu kau tetap anak yang senatiasa hadir dalam setiap bait do’aku.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar